Kamis, 09 Februari 2012

laporan Kuliah Kerja Lapangan 3 Febryuari


LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH INISNU JEPARA
TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan
Penyelesaian Kuliah Kerja Lapangan







Disusun oleh:

1.
Sulthon
229 514
2.
Mustofa lifi
211 337
3.
Sundoyo
229 515
4.
Muhammad Qowim
229 463
5.
Sutikno
229 519
6.
Sulistiyani
229 513
7.
Mubaroh Nur
229 456
8.
Nana Ristiana
229 473
9.
Siti Munawaroh
229 500
10.
Siti Muthoharoh
229 501
11.
Solikhati ( Gribig)
229 504
12.
Sri Halimah
229 506
13.
Sri Ma’rifah
229 508
14.
Sri Rohmah
229 510
15.
Suti
229 518
16.
Yuni Puji Astuti
229 527
17.
Sunarsih
229
18.
Ummul Hidayah
211 332
19.
Anik Mualifah
229 534
20.
Siti Romlah
229 539
21.
Feni Noor Fa’idah
229 542
22.
Sri Kusumawati
229 543
23.
Durrotun Nafiatun
229 313
24.
Dzachirotul  Mufidah
229 314
25.
Isfaiyah
229 319

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA (INISNU)

JEPARA
DAFTAR ISI


Halaman Judul

Halaman Pengesahan

Kata Pengantar

BAB I : Pendahulan
1
a.       Dasar Pemikiran
b.      Rumusan Kuliah Kerja Lapangan
c.       Manfaat Kuliah Kerja Lapangan
d.      Sistematika Laporan
1
1
1
2
BAB II  : Deskripsi Teori
3
a.       Filsafat Pendidikan
b.      Manajemen Pendidikan
c.       Administrasi Pendidikan
d.      Teknologi Pendidikan
3
6
9
11
BAB III : Kajian Objek KKL
13
a.       Data Khusus MAN Malang 3
1.      Pelaksanaan Filsafat Pendidikan Islam
2.      Implementasi Manajemen Pendidikan
3.      Aplikasi Administrasi Pendidikan
4.      Media dan alat pendidikan bidang studi PAI: Akidah Akhlak, Al Qur’an Hadits, Fikih dan SKI
13
13
13
15
17
18
b.      Data Umum MAN Malang 3
1.      Letak Geografis
2.      Visi Misi
3.      Sejarah / Historis
4.      Struktur Kurikulum
5.      Keadaan Siswa
6.      Guru dan Karyawan
7.      Kondisi Sarana dan Prasarana
Komite Sekolah/ Madrasah
5.       
19
20
21
23
23
a.       Data Umum MIN Malang 1
1.    Letak Geografis
2.    Visi Misi
3.    Sejarah / Historis
4.    Struktur Kurikulum
5.    Keadaan Siswa
6.    Guru dan Karyawan
7.    Kondisi Sarana dan Prasarana
8.    Komite Sekolah/ Madrasah
23
23
24
25
25
26
26
27
b.      Data Khusus MIN Malang 1
1.    Pelaksanaan Filsafat Pendidikan Islam
2.    Implementasi Manajemen Pendidikan
3.    Aplikasi Administrasi Pendidikan
4.    Media dan alat pendidikan bidang studi PAI: Akidah Akhlak, Al Qur’an Hadits, Fikih dan SKI
28
28
29
29
29

BAB IV : Pembahasan
31
a.       Faktor Pendukung
31
b.      Faktor Penghambat
32
c.       Solusi
32
BAB V : Penutup
33
a.       Kesimpulan
b.      Rekomendasi
33
33











PENGESAHAN
Laporan Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara Tahun Akademik 2011/2012 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malang 3 dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Malang 1
Oleh:

1.
Sulthon
229 514
2.
Mustofa lifi
211 337
3.
Sundoyo
229 515
4.
Muhammad Qowim
229 463
5.
Sutikno
229 519
6.
Sulistiyani
229 513
7.
Mubaroh Nur
229 456
8.
Nana Ristiana
229 473
9.
Siti Munawaroh
229 500
10.
Siti Muthoharoh
229 501
11.
Solikhati ( Gribig)
229 504
12.
Sri Halimah
229 506
13.
Sri Ma’rifah
229 508
14.
Sri Rohmah
229 510
15.
Suti
229 518
16.
Yuni Puji Astuti
229 527
17.
Sunarsih
229
18.
Ummul Hidayah
211 332
19.
Anik Mualifah
229 534
20.
Siti Romlah
229 539
21.
Feni Noor Fa’idah
229 542
22.
Sri Kusumawati
229 543
23.
Durrotun Nafiatun
229 313
24.
Dzachirotul  Mufidah
229 314
25.
Isfaiyah
229 319

Telah disahkan pada:
Hari                 :
Tanggal           :

Dekan Fakultas Tarbiyah                                Dosen Pembimbing Lapangan
INISNU Jepara



Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag                                  Dr.H. Mustaqim, M.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan KKL ini dengan tepat waktu.
Sholawat dan Salam, barokah yang seindah-indahnya, mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam ilmiah yaitu dinul Islam.
Penyusunan laporan ini sebagai wujud serta partisipasi penulis dalam mengembangkan dan mengaktualisasikan ilmu-ilmu yang telah penulis peroleh selama dibangku kuliah INISNU Jepara dan mengikuti KKL di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malang 3 dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Malang 1.
Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menbantu penyusunan laporan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.      Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag Dekan Fakultas Tarbiyah INISNU Jepara
2.      Bapak Dr.H. Mustaqim.,M.Pd Dosen Pembimbing Lapangan
3.      Pimpinan, guru dan karyawan pada MAN Malang 3  dan MIN Malang 1 yang telah memberikan ijin dan bantuan selama penulis melakukan kegiatan KKL.
4.      Keluarga tercinta yang telah begitu tulus memberikan semangat, dorongan dan doa yang bermanfaat.
5.      Teman-teman KKL Semester V dan semua pihak yang telah membantu kegiatan ini.


Jepara, 1 Februari 2012


Penyusun

BAB I
PENDAHULAN
A.    Dasar Pemikiran
Penerapan yang terintegrasi antara teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan pengalaman praktis yang didapat di masyarakat.
Pengamalan dan penghayatan terhadap masalah sosial kemasyarakatan sebagai sebuah kesatuan masalah yang memerlukan pendekatan antar disiplin ilmu.
Pembinaan sense of belonging dan sense of responsibility bagi seluruh unsur masyarakat termasuk civitas akademika dalam pelaksanaan peningkatan pendidikan.
B.     Rumusan Kuliah Kerja Lapangan
Berdasarkan dasar pemikiran sebagaimana penulis mengemukakannya di atas, maka perumusan masalah dari laporan Kuliah Kerja Lapangan ini sebagai berikut:
1.      Bagaimana kondisi objektif  MAN Malang 3 dan MIN Malang 1 dari keadaan geografis, visi misi, historis, struktur kurikulum, keadaan siswa, guru dan karyawan, kondisi sarana dan prasarana dan komite sekolah serta aplikasi keilmuan dari empat mata kuliah yang telah disampaikan pada mahasiswa semester V (lima) Fakultas Tarbiyah INISNU Jepara.
2.      Faktor apa saja yang dianggap sebagai penghambat maupun faktor penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran di MAN Malang 3 dan MIN Malang 1.
3.      Langkah strategis dalam mengatasi hambatan-hambatannya.
C.     Manfaat Kuliah Kerja Lapangan
1.      Manfaat bagi mahasiswa :
a.       Dengan mengikuti kuliah kerja lapangan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan hard skill, dan soft skillnya.
b.      Mampu melihat hubungan antara dunia kerja dan dunia pendidikan.
c.       Mampu menggunakan pengalaman kerjanya untuk mendapatkan kesempatan kerja lebih baik yang diinginkan setelah menyelesaikan kuliahnya.
d.      Dan juga sebagai pengalaman kerja bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja yang nyata dan wadah untuk menjalin kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dengan pihak instansi yang terkait.
2.      Manfaat bagi perguruan tinggi :
a.       Dengan pelaksanaan Kuliah kerja lapangan, Perguruan Tinggi mampu meningkatkan hubungan kemitraan dengan instansi terkait.
b.      Mampu mengembangkan program kemitraan lainnya, seperti pertukaran pakar.
c.       Mampu merelevansikan kurikulum mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.
3.      Manfaat bagi instansi terkait:
a.       Dengan pelaksanaan kuliah kerja lapangan, diharapkan mampu meningkatkan hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi.
b.      Mampu melihat kemampuan potensial yang dimiliki mahasiswa peserta kuliah kerja lapangan, sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan di bidang sumber daya manusia (SDM).
c.       Dan sebagai wadah penyerapan guru atau karyawan.
D.    Sistematika Laporan
Penulisan Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini dilakukan oleh mahasiswa secara kolektif dan bersifat wajib. Laporan ini terdiri dari lima bab, yaitu: 1) Pendahuluan, 2) Deskripsi Teori, 3) Kajian Objek KKL, 4) Pembahasan, dan 5) Penutup.




BAB II
DESKRIPSI TEORI
A.    Filsafat Pendidikan
1.      Pengertian Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan pada umumnya dan filsafat Islam pada khususnya adalah bagian dari ilmu filsafat, maka dalam mempelajari filsafat pendidikan perlu memahami dahulu tentang pengertian filsafat terutama dengan hubungannya dengan masalah pendidikan khususnya pendidikan Islam.
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philoshophia yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, suka  dan sophia berarti pengetahuan, hikmah dan kebijaksanaan. Hasan Shadily mengatakan bahwa filsafat menurut arti katanya adalah cinta akan kebenaran. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, berilmu pengetahuan, ahli hikmah dan bijaksana.
Sebagai suatu sistem pemikiran menurut M. Dimyathi maka kegiatan penalaran filosofis dapat dikatagorikan sebagai kegiatan analisis, pemahaman, diskripsi, penilaian, penafsiran, dan perekaan. Kegiatan penalaran tersebut bertujuan untuk mencapai kejelasan, kecerahan, keterangan, pembenaran, pengertian dan penyatupaduan. Secara keseluruhan filsafat mempelajari keenam jenis persoalan tersebut berdasarkan  kegiatan penalaran reflektif dan hasil refleksinya terwujud dalam pengetahuan filsafati.
Pengetahuan filsafati merupakan induk dari ilmu (science) dan pengetahuan (knowledge) yang mana keduanya merupakan potensi esensial pada manusia dihasilakan dari proses berpikir. Berpikir (natiq) adalah sebagai karakter khusus yang memisahkan manusia dari hewan dan makhluk lainya. Oleh karena itu keunggulan manusia dari spesies-spesies lainnya karena ilmu dan pengetahuannya.
Dalam teologi Islam diyakini bahwa manusia dengan potensi natiq memiliki kemampuan filosofis dan ilmiah. Potensi inilah yang secara spesifik melahirkan daya filsafat Ilmu. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.
Manusia dengan potensi natiqnya mendudukkan sebagai subyek pemikir keilmuan sekaligus menggambarkan sebagai individu yang secara epistemologi memiliki kerangka berfikir keilmuan, dan memiliki dunia kemanusiaan objektif yang berlapis. Lapisan pemikiran objektif tersebut menurut Dimyati terwujud dalam dunia human, sebagai salah satu wujud ontologis manusia. Secara ontologis dunia manusia meliputi keberadaan secara fisik, biotis, psikis, dan human. Pada taraf human ini dengan tingkatan-tingakatan (1) keimanan, yang mengitegrasikan bakat kemanusiaan, (b) pribadi, sebagai pengintegrasi segala aspek jiwa manusia yang internasional, (c) keakuan, suatu lapis luar kejiwaan yang dinamis, (d) dunia religius, (e) dunia kebudayaan sebagai ekpresi  etis, estetis dan epistemis.
2.      Objek Kajian Filsafat Pendidikan
Dalam rangka menggali, menyusun dan mengembanngkan pemikiran kefilsafatan tentang pendidikan terutama pendidikan islam, maka perlu diikuti pola dan pemikiran kefilsafatan pada umumnya.
Adapun pola dan sistem pemikiran kefilsafatan sebagai suatu ilmu adalah:
a)      Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis, dalam arti cara berfikirny bersifat logis dan rasional tentang hakikat permasalahan yang dihadapi. Hasil pemikirannya  tersusun secara sistematis artinya satu bagian dengan bagian lainnya saling berhubungan.
b)      Tinjauan terhadap permasalahan yang dipikirkan bersifat radikal artinya menyangkut persoalan yang mendasar sampai keakar-akarnya.
c)      Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal, artinya persoalan-persoalan yang dipikirkan mencakup hal-hal yang menyeluruh dan mengandung generalisasi bagi semua jenis dan tingkat kenyataan yang ada di alam ini, termasuk kehidupan umat manusia, baik pada masa sekarang maupun masa mendatang.
d)     Meskipun pemikiran yang dilakukan masih bersifat spekulatif, artiny apemikiran-pemikiran yang tidak didasari dengan pembuktian empiris atau eksperimental (seperti dalam ilmu alam), akan tetapi mengandung nilai-nilai objektif. Yang dimaksud dengan nilai objektif oleh permasalahannya adalah suatu realitas (kenyataan) yang ada pada objek yang dipikirkan.
Pola dan sistem berfikir filosofis demikian dilaksanakan dalam ruang  lingkup yang menyangkut bidang-bidang sebagai berikut:
a)      Cosmologi yaitu sesuatu pemikiran dalam permasalahan yang berhubungan dengan alam semesta, ruang dan waktu, kenyataan hidup manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, serta proses kejadian dan perkembangan hidup manusia di alam nyata dan sebagainya.
b)      Ontologi yaitu suatu pemikiran tentang asal usul kejadian alam semesta, dari mana dan ke arah mana proses kejadiannya. Pemikiran ontologis akhirnya akan menentukan suatu kekuatan yang menciptakan alam semesta ini, apakah pencipta itu satu zat (monisme) ataukan dua zat (dualisme) atau banyak zat (pluralisme). Dan apakah kekuatan penciptaan alam semesta ini bersifat kebendaan, maka faham ini disebut  materialisme.
Secara makro (umum) apa yang menjadi objek pemikiran filsafat, yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalahan kehidupan manusia, alam semesta dan sekitarnya adalah juga objek pemikiran filsafat pendidikan. Tetapi secara mikro (khusus) yang menjadi objek filsafat pendidikan meliputi:
a.      Merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan (the nature  of education)
b.      Merumuskan sifat hakikat manusia sebagai subyek dan objek pendidikan (the nature of man)
c.       Merumuskan secara tegas hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan dengan teori pendidikan
d.      Merumuskan hubungan antara filsafat negara (ideologi), filsafat pendidikan dan politik pendidikan (sistem pendidikan)
e.       Merumuskan sistem normaatau isi moral pendidikan yang merupakan tujuan pendidikan.
Dengan demikian dari uraian tersebut diperoleh suatu kesimpulan bahwa objek filsafat pendidikan ialah  semua aspek yang berhubungan dengan upaya manusia untuk mengerti dan memahami hakikat pendidikan itu sendiri, yang berhungan dengan bagaimana pelaksanaan pendidikan dan bagaimana tujuan pendidikan itu dapat dicapai seperti yang dicita-citakan.
B.     Manajemen Pendidikan
1.      Pengertian  Manajemen Pendidikan
Secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi praktik yang terkait dengan organisasi pendidikan. Sehingga diharapkan melalui kegiatan manajemen pendidikan tersebut, tujuan pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Secara bahasa manajemen adalah suatu proses atau usaha dari orang-orang secara kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Soekarno K.,1986:4)
Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menetukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui manfaat sumberdaya  manusia dan sumber lainnya. ( Drs. Malayu S.P Hasibun:3)
Dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa manajemen berarti merencanakan, menggerakkan, serta mengendalikan. Soekarno K. Menjelaskan, bahwa sebelum mengungkap masalah manajemen ada faktor lain yang berhubungan yaitu administrasi dan leadership. Administrasi merupakan kulit luar dari manajemen, dan manajemen adalah inti dari administrasi dan inti sarinya adalah leadership. Jadi baik buruknya manajemen suatu organisasi sangat bergantung pada proses administrasi dan kualitas leadership.
Pengertian lainnya adalah hanya menekankan pengaturan orang-orang saja seperti pendapat diatas, yaitu kelompok khusus orang-orang yang tugasnya mengarahkan usaha kearah  tujuan melalui aktifitas yang lain. (L. Yosep Massie, 1973:4). Hal ini senada dengan penndapat SP. Siagian yang menyatakan bahwa suatu aktifitas mengggerakkan orang lain, suatu kegiatan memimpin, atas suatu yang telah diputuskan terleih dahulu.(Drs. Malayu S.P Hasibun:6)
Pandangan umum menyatakan bahwa manajemen adalah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk mencapai tujuan. Sumber disini mencakup orang, alat, media, bahan, uang, sarana yang akann diarahkan  dan koordinasi agar terpusat dalam rangka menyelesaikan tujuan. (Made Pidarta,1988:4).
Ahmad D. Marimba mengartikan pendidikan sebagai bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasman dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. (Ahmad D. Marimba.1986:4). Dengan demikian tujuan umum dari usaha kependidikan adalah untuk membantu anak-anak mencapai kedewasaan, membantu perkembangan pribadi dan kemampuan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Manajemen pendidikan juga diartikan sebagai aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat pada usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. (Made Pidarta, 1988:4)
2.      Prinsip-Prinsip Manajemen Pendidikan
Douglas (1963:13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:
1.      Memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja
2.      Mengkoordinasikan wewenang dan tangung jawab
3.      Memberikan tanggung jawab ppada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuan
4.      Mengenal secara baik faktor-faktor psikololgis manusia
5.      Relativitas nilai-nilai.
Prinsip-prinsip diatas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.
Tujuan dirumuskan secara tepat sesuai arah organisasi, tuntutan zaman, dan nilai-nilai yang berlaku. Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi, dan saran-saran. Ketiga bentuk tujuan tersebut harus dirumuskan dalam suatu kekuatan tim yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dan masa depan organisasi.
Drucker (1958) melalui MBO (management by objective) memberikan gagasan prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. Penerapan pada manajemen pendidikan adalah bahwa kepala dinas memimpin tim yang beranggotakan unsur pejabat dan fungsional dinas, dan lebih baik terdapat stakeholders untuk merumuskan visi, misi dan objektif dinas pendidikan.
Pada tingkat sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, siswa, orang tua siswa, masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkah MBO yaitu:
1.      Menentukan hasil akhir apa yang inngin dicapai
2.      Menganalisa apakah hasil akhir itu berkaitan dengan tujuan sekolah
3.      Berunding menetapkan sasaran yang dibutuhkan
4.      Menentukan kegiatan apa yang tepat untuk mencapai sasaran
5.      Menyususn tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran
6.      Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan
7.      Melakukan monitoring dan membuat laporan.
C.     Administrasi Pendidikan
1.      Pengertian Administrasi Pendidikan
Sutisna (1989:19) mengemukakan administrasi pendidikan adalah keseluruhan proses dengan mana sumber-sumber manusia dan materi yang cocok dibuat tersedia dan efektif bagi pencapaian maksud-maksud organisasi secara efisien. Sears (1950) sebagaimana dikutip ooleh Daryanto (1998) mengemmukakan education administration is the process as including the following activities planning, organizing, directing, coordinating and control. Daryanto (1998:8) mengemukakan administrasi pendidikan adalah suatu cara bekerja dengan orang-orang dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif. Nawawi (Daryanto,1998:10) mengemukakan administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan, proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal.
Dasuqi dan Somantri (1992:10) mengemukakan administrasi pendidikan adalah upaya menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidaang  pendidikan. Senada dengan pendapat ini Soepardi (1988:24) mengemukakan administrasi pendidikan adalah administrasi yang diterapkan dalam bidang pendidikan. Selanjutnya Soepardi (1988:25) menjelaskan administrasi adalah semua aspek kegiatan untuk memberdayakan berbagai sumber (manusia, sarana prasarana serta media pendidikan lainnya) secara optimal, relevan, efektif dan efisien guna menunjang pencapaian tujuan pendidikan.
Sagala (2005:27) mengemukakan bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan administrasi dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha dan praktik-praktik pendidikan.
Mengacu pada beberapa pengertian di atas, maka perlu ditegaskan bahwa:
1.      Administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan tugas-tugas pendidikan.
2.      Administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3.      Administrasi pendidikan bukan hanya sekedar kegiatan tata usaha seperti dilakukan di kantor-kantor tata instansi pendidikan lainnya. (Drs. HM. Daryanto,2008:10)
Mencakup beberapa pengertian diatas secara sederhana dapat didimpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah tersebut. Singkatnya administrasi pendidikan adalah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah.


2.      Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan
Dr. Hadari Nawawi menyatakan, bahwa secara  umum ruang lingkup adminstrasi pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Manajemen administratif, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi atau kelompok kerjasama mengerjakan hal-hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
2.      Manajemen operatif, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi bahan tugas masing-masing setiap orang melaksanakannya dengan tepat dan benar.
D.    Teknologi Pendidikan
1.      Pengertian Teknologi Pendidikan
Menurut Yp Simon (1983), teknologi adalah suatu disiplin rasional yang dirancang untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah. Menurut (An) teknologi tidak perlu menyiratkan penggunaan mesin, akan tetapi lebih banyak penggunaan unsur berfikir dan menggunakan pengetahuan ilmiah. Menurut Paul Saetiles (1968) teknologi selain mengarah pada permesinan, teknologi meliputi proses, sistem, manajemen dan mekanisme kendali mannusia dan bukan manusia.
Menurut Prof. Sutomo dan drs. Sugito, M.Pd teknologi pendidikan adalah prooses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia dalam pendidikan. Menurut Mackenzie, dkk (1976) teknologi pendidikan yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapai atau menemukan solusi permasalahan.
Jadi teknologi pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa:
·         Teknologi pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar.
·         Teknoligi dapat juga terdiri dari segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran, strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis
·         Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa belajar secara  aktif, konstruktif, autentik dan kooperatif serta bertujuan.
2.      Tujuan Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan dalam keseluruhan kegiatannya bertujuan untuk:
1)      Meningkatkan fungsi dan peran, komponen-komponen sistem instruksional seperti guru, pesan, bahan, peralatan, teknik, lingkungan dan sebagainya untuk memecahkan masalah-masalah kependidikan
2)      Meningkatkan fungsi pengembangan instruksional seperti riset teori, disain, produksi, logistik dan sebagainya untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan dan menilai upaya pemecahan masalah-masalah kependidikan
3)      Meningkatkan fungsi manajeman instruksional, baik manajemen personil maupun manajemen organisasinya untuk mengkoordinasikan salah satu atau beberapa fungsi yang telah disebutkan diatas.
3.      Macam-Macam Teknologi Pendidikan
Menurut Davies (1972) ada tiga, yaitu:
a.       Teknologi pendidikan satu; yaitu mengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD ROOM, LCD, TV, Video dan alat elektronik lainnya)
b.      Teknologi pendidikan dua; mengacu pada perangkat lunak, yaitu menekankan pentingnya bantuan kepada pengajaran
c.       Teknologi pendidikan tiga; yaitu kombinas pendekatan dua teknologi yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Orientasi utamanya yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan manfaat dari apa yang ada di sekitar.
BAB III
KAJIAN OBJEK KKL
   I.     Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang
A.    Data Umum MIN Malang 1
1.       Letak Geografis
Madrasah yang berlokasi di jalan Bandung 7 Malang ini telah ditetapkan sebagai MIN unggulan di Indonesia. Di komplek jalan Bandung 7 Malang inilah berdiri tiga madrasah yang kemudian oleh Departemen Agama RI dan ditetapkan sebagai madrasah terpadu yang terdiri dari MIN Malang I, MTsN Malang I dan MAN Malang 3. Madrasah terpadu Malang ini secara berkesinambungan terus berpacu dalam meningkatkan kualitas palayanan dan pelaksanaan pendidikan, sehingga saat ini telah menjadi salah satu kompleks sekolah yang sangat favorit di kota Malang.
2.      Visi dan Misi
Visi MIN Malang 1 adalah sekolah dasar yang bercirikan agama islam dengan visi memposisikan madarsah sebagai pusat keunggulan yang mampu menyiapkan dan mengembangkan sumber daya insan yang berkualitas di bidang IMTEK dan IMTAQ.
Misi MIN Malang 1 adalah menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi mutu baik secara keilmuan maupn secara moral dan sosial, sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumber daya iman yang mempunyai kualitas di bidang IPTEK dan IMTAQ.
Visinya adalah terwujudnya madrasah berstandar nasional yang handal dan islami. Dalam visinya MIN Malang 1 terdapat 3 kata kunci, yaitu standar nasional, handal, dan islami.
1)      Mengenai standar nasional, ada 8 standar pendidikan yang akan diraih di MIN Malang 1, yaitu :
·        Isi
·         Kompetensi lulusan
·        Pendidik dan tenaga kependidikan
·        Sarana prasaran
·        Pembiayaan
·        Pengelolaan
·        Proses
·        Penilaian
2)      Handal
Terkait dengan kata handal yang terdapat pada visi MIN Malang 1, yaitu input, proses, output serta outkan bisa disejajarkan dengan lembaga lain yang sederajat dengan MIN Malang 1 dan mampu serta siap berkompetisi dengan lembaga-lembaga lain yang sederajat sehingga lulusan dari MIN Malang dapat berkompetisi untuk diterima pada sekolah-sekolah unggulan. Guru dapat disejajarkan dengan guru dari lembaga lain serta fasilitas, pelayanan, sarana dan prasarana juga dapat setara dengan lembaga lain atau bahkan bisa lebih baik.
3)      Islami
Berhubungan dengan islami, yaitu seluruh warga MIN Malang 1 baik kepala sekolah, karyawan , staf guru serta siswa, prilaku mereka terwujud sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Serta budaya dalam organisasi, budaya sekolah juga sesuai dengan Qur’an dan sunnah rasul.
3.      Sejarah
MIN Malang 1 pada awalnya adalah SD Latihan PGA 6 tahun, yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1963-1964. Dengan restrukturisasi Departemen Agama (Depag) maka pada tahun 1978 SD Latihan PGA 6 tahun ini dirubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang 1 atau sekarang yang lebih dikenal dengan MIN Malang 1. Pada awalnya sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang 1 (MIN Malang 1) sangat tidak diminati oleh masyarakat dengan indikator yang ada adalah pada tahun 1963-1978 sekolah MIN Malang 1 hanya mempunyai 114 siswa didik yang terbagi dari kelas 1 sampai kelas 6. Namun dengan upaya berbagai pihak yang terkait, yaitu kepala sekolah, karyawan staf guru, wali murid, dan siswa yang tergabung dalam organisasi BP3 pada waktu itu sehingga secara bertahap dapat terjadi perubahan yang signifikan dan berkembang sampai saat ini.
4.      Kurikulum MIN Malang 1
Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut adanya pelaksanaan otonomi daerah dalam pelaksanaan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula sentralistik menjadi desentralistik. Hal ini didukung dengan diberikannya wewenang kepada setiap sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri yang mengacu pada Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Sasional dan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional. Desentralisasi pengelolaan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah. Hal ini perlu segera ditindaklanjuti oleh setiap satuan pendidikan. Bentuk nyata dari desentralisasi ini adalah diberikannya kewenangan kepada kepala sekolah untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pemangku kepentingan (stake holder).
Kurikulum yang disusun oleh sekolah atau dikenal dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam proses penyusunannya akan melibatkan komite madrasah sebagai cerminan dari stake holder yang ada. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan akan tersusun suatu kurikulum yang merepresentasikan kebutuhan dan kemampuan sekolah yang bersangkutan. Konsekuensi dari KTSP tersebut adalah lahirnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan yang beragam. Hal ini sudah pasti akan terjadi mengingat bahwa kondisi sekolah satu dengan yang lain memiliki ciri dan budaya kerja yang berbeda. Meskipun demikian salah satu komponen penting tetap menjadi acuan bersama adalah Keputusan Menteri No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. MIN Malang 1 sudah menggunakan guru kelas mulai untuk kelas 1 - 3 dan guru bidang studi mulai kelas 4 – 6 sebagai wujud mengembangan intlektualitas, serta memberikan tambahan pembelajaran di luar jam sekolah.
5.      Keadaan siswa
Jumlah siswa MIN Malang 1 dari tahun ke tahun mengalami kenaikan terus menerus. Jumlah siswa tahun 2011/2012 mencapai jumlah 1.186. Untuk membentuk karakter siswa MIN Malang 1 yang tahan banting dan berdisiplin tinggi, MIN Malang 1 membuka berbagai kegiatan diluar pembelajaran biasa yang disebut UPMB (unit pengembangan minat dan bakat) yang dapat diikuti siswa yang meliputi pramuka, melukis, mengarang, drama, puisi, musik angklung, karawitan, MC, tiwisada, bahasa inggris, seni tari, qira’ah dan kaligrafi, komputer, renang, bola basket, dan sepak bola. Dari sekian kegiatan yang dilakukan ini, diharapkan out putnya nanti dapat menjadi insan yang mempunyai IMTAQ dan IPTEK yang tinggi dan tangguh dengan berbagai prestasi yang diraih dari akademik maupun non akademik yang membanggakan.
6.      Guru dan karyawan
Manajemen personalia di MIN Malang 1 berjumlah 93 orang (guru beserta karyawan-karyawan). Dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Rekrutmen tenaga, baik guru maupun karyawan yamg dilakukan di MIN Malang1 selalu terbuka dengan memenuhi persyaratan tertentu.
b.      Pemberdayaan personalia di MIN Malang 1 dapat dilakukan melalui persyaratan tes masuk, in service training yang berupa seminar, pelatihan disekolahkan pada jenjang tertentu, studi banding, dan rapat rutin tiap jumat.
c.       Mutasi personalia antar lembaga hanya berlaku bagi guru atau karyawan PNS, sedang non PNS hanya dipidahkan pos kerjanya berdasarkan hasil evaluasi.
d.      Pemutusan hubungan kerja, pemecatan akan dilakukan melalui 4 tahap yaitu teguraan lisan, teguran tertulis 1, pemutusan hubungan kerja.
e.       Sistem penggajian di MIN Malang sudah menganut sistem penggajian PNS.
7.      Sarana prasarana
Sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu fasilitas yang secara langsung maupun tidak langsung yang dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di MIN Malang 1 dibagi menjadi 2 yaitu sarana prasarana pembelajaran dan sarana prasarana penunjang pembelajaran, antara lain:
1.      Sarana prasarana antara lain laboratorium IPA, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, perpustakaan, sanggar seni, laboratorium karawitan, ruang AVA, laboratorium matematika, laboratorium IPS dan kebun praktik siswa.
2.      Sarana prasarana penunjang pembelajaran antara lain ruang tata usaha, ruang UKS atau BKS, unit toko, ruang aula, lapangan basket, masjid, kamar mandi,dan halaman yang tamannya disetting untuk memberikan nilai tambah pembelajaran.
Dalam rangka memberikan layanan yang baik bagi seluruh siswanya MIN Malang 1 memberikan layanan khusus yang terdiri :
a.       Usaha kesehatan sekolah (UKS) dan bimbingan konseling sekolah (BKS). Unit ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan siswa baik fisik maupun non fisik.
b.      Unit kantin, unit ini berusaha memenuhi kebutuhan makan atau minum sekaligus hiburan bagi siswa ketika jam istirahat berlangsung.
c.       Antar jemput siswa walaupun tidak dikelola oleh sekolah, antar jemput yang disiplin dan bertanggung jawab akan mendukung kelangsungan belajar siswa dengan baik. Oleh karena itu MIN Malang 1 merasa perlu menyambung silaturrahmi dengan mereka.
8.      Komite Madrasah
MIN Malang  juga menjalin hubungan kerja sama dengan komite madrasah untuk mengelola pendidikan di MIN Malang 1. Kerja sama tersebut antara lain dalam pengelolaan sumber dana yang berasal dari wali murid. Dalam hal ini komite madrasah merencanakan dan memantau pendanaan sehingga dapat digunakan semaksimal mungkin di MIN Malang 1.  
B.     Data Khusus
1.      Pelaksanaan Filsafat Pendidikan Islam
Dikarenakan madrasah ibtidaiyah merupakan sekolah dibawah naungan Kementerian Agama, maka terjadi penambahan mata pelajaran agama Islam. Dan dengan kreatifitas kepala sekolah dan guru, maka tercetuslah gagasan-gagasan merekayasa kurikulum dan pembelajaran yang dapat membentuk karakter kepribadian peserta didik yang agamis, tahan banting dan unggul. Bentuk gagasan tersebut meliputi:
a.       Mengaji tiap 15 menit sebelum pelajaran
b.      Guru mapel kelas 4 sampai kelas 6
c.       Masuk sekolah 30 menit sebelum pelajaran
d.      Shalat Dluha, Dhuhur dan Jumat bersama.
2.      Implementasi Manajemen Pendidikan
Sistem manajemen yang digunakan MIN Malang 1 sangat jelas dan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP). Diantaranya adalah meliputi penerimaan siswa baru, pengangkatan sampai dengan pemberhentian guru dan karyawan, penggajian, keuangan bahkan pemberdayaan personalia.
Namun hal paling menonjol untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan peserta didik pada bidang akademik, MIN Malang 1 mengacu pada kurikulum yang ada. Sedangkan kemampuan non akademik terimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang lazim disebut UPMB (Unit Pengembangan Minat dan Bakat), meliputi Qiroah, MC, bina vokal, karawitan, bahasa, pramuka, mewarna, drama dan seni tari.
3.      Aplikasi Administrasi Pendidikan
Korelasi antara peningkatan kinerja madrasah dengan keefektifan seorang pemimpin di MIN Malang 1 menunjukkan konstruksi sosial warga madrasah. Untuk mendukung terwujudnya keberhasilan MIN Malang 1, maka tersusunlah motto 5 tertib, diantanya adalah tertib waktu, belajar, mengajar, lingkungan dan administrasi. Sedangkan tertib administrasi MIN Malang 1 meliputi:
a.       Program pengajaran
b.      Kesiswaan
c.       Kepegawaian
d.      Keuangan, dan
e.       Sarana prasarana
4.      Media dan alat pendidikan bidang studi PAI: Akidah Akhlak, Al Qur’an Hadits, Fikih dan SKI
Siswa-siswi MIN Malang 1 sejak dini telah ditanamkan nilai-nilai agamis melalui terapan secara langsung tidak hanya teori. Belajar di MIN Malang 1 tidaklah bergantung pada situasi kelas saja, melainkan halaman, masjid, taman, lapangan sudah menjadi hal yang biasa dan menjadikan lebih senang bagi guru dan peserta didik. Lingkungan yang didesain sedemikian telaji menjadi sumber belajar yang efektif.
II.        Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang
A.    Data Umum MAN Malang 3
1.      Letak Geografis
MAN Malang 3 merupakan madrasah model yang ada di di Jawa Timur, selain sebagai madrasah model yang  di Indonesia hanya ada lima. Man 3 Malang juga madrasah  terpadu di Jawa Timur. Terletak di Jl. Bandung 3 Malang, yang kemudian secar geografis Madrasah Aliyah Negeri  3 Malang sangat diuntungkan di satu sisi.  Sebagaiman kita ketahui, masyarakat kota notabenya adalah kalangan menengah ke atas sehingga dalam proses pendanaan terhadap beberapa kebutuhan pembelajaran bisa di tunjang oleh masyarakat yang ada yang menjadi bagian dari Madarasah Aliyah tesebut, dan juga kesadaran masyarakat kota terhadap pendidikan lebih tinggi dari pada masyarakat pedesaan, sehingga disini MAN 3 Malang diuntungkan, karena pada dasarnya keberhasilan pembelajaran terhadap siswa ditunjang bukan hanya dari pendidik di sekolahan saja namun juga pendidik yang ada di dalam rumah hal ini adalah keluarga, dan keuntungan geografis lainnya adalah letak MAN 3 Malang berada di antara beberapa Universitas ternama di Malang bahkan di Indonesia. Sehingga dari kondisis itulah Man 3 Malang dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan di permudah oleh adanya profesor-profesor yang ada di masing-masing Universitas untuk melakukan konsolodasi dan sheering peningkatan mutu.




2.      Visi dan MISI
a.      VISI
Visi dari penyelenggaraan pengajaran dan pendidikan di MAN Malang 3 adalah MAN model yang unggul, Islam dan populis denganindikator sebagai berikut:
1)        Unggul: Memiliki kualitas yang berorientasi pada mutu lulusan yang baik dengan penguasaan IPTEK dan IMTAQ serta kompetitif sebagai khalifah fil ardhi.
2)        Islam: Memiliki keshalehan, tangguh dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman.
3)        Populis: Diakui, diterima dan dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat.
b.      MISI
Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada kualitasbaik secara keilmuan, maupun secara moral dan sosial sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumber daya insani yang unggul dibidang IPTEK dan IMTAQ. Sedangkan misi dari penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan MAN Malang 3 adalah:
1.      Meningkatkan penerapan manajemen parsitipatif.
2.      Menumbuhkembangkan semangat keunggulan dalam bidang agama, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan seluruh aktivitas akademik.
3.      Mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan kekompakan (team teaching) untukmencegah kekosongan jam pelajaran sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
4.      Menerapkan pelaksanaan evaluasi atau penilaian hasil belajar (ulangan blok bersama dua kali dalam satu semester dan ulangan umum semester) secara konsisten dan berkesinambungan. Mengoptimalkan pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.
5.      Mengoptimalkan pembinaan dalam pembuatan karya ilmiah.
6.      Memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengenali potensidirinya dengan memberikan wadah dalam kegiatan ekstrakurikuler (gemar mata pelajaran, seni, olah raga dan ketrampilan) sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal.
7.      Mengoptimalkan pembinan terhadap kelompok gemar mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan Komputer untuk menghadapi lomba IMO (International Matematic Organization), IPHO (International Physic Organization), IBO (International Biology Organization), ICHO (International Chemistry Organization), IOI (International Organization Informatic).
8.      Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab atau stakeholder Madrasah.
9.      Meningkatkan kesejahteraan SDM secara menyeluruh.
10.  Membina dan mengembangkan kerjasama dengan lingkungan.
11.  Mengoptimalkan penghayatan terhadap nilai-nilai agama untuk dijadikan sumber kearifan bertindak.
3.      Sejarah / Historis
a.       PGAA Malang dimulai tahun ajaran baru pada tanggal 1 Agustus 1956, dengan nama PGAA I Malang dengan kepala Sekolah R. Soeroso, sedang PGAA II Malang asal dari PGAA Surabaya yang pada tahun 1958 dipindah ke Malang.
b.      PGAA I Malang menumpang siswa PGAA 4 tahun, sedang PGAP pada waktu itu tahun 1956 dipimpin oleh Kepala Sekolah Bpk. Soerat Wirjodiharjo.
c.       Gedung pertama PGAP dan PGAA I Malang adalah di jalan Bromono.1, pagi hari untuk PGAA 1 tahun dan sore hari PGAP 4 tahun.
d.      Pada tahun pelajaran 1956-1957 di Malang masih ada siswa SGHA (bagian hukum agama) di hapus.
e.       Gedung PGAA I Malang pada pertengahan tahun ajaran 1958 berhubungan dengan gedung baru PGAA I sudah selesai pembangunnannya yang terletak di jalan Bandung no.7 Malang, makagedung yang baru (Jl. Bandung no.7 Malang) segara ditempati, begitu pula pada PGAP 4 tahun ikut pindah di jalan Bandung 7 Malang.
f.       Pada akhir tahun 1958 PGAA Surabaya dipindah ke Malang dengan nama PGAA II Malang dan kepala Sekolah ibu Mas’ud yang kemudian dipindah ke Dinoyo Malang.
g.      Pada tahun 1958-1959 PGAA I dan PGAP 4 tahun dilebur menjadi satu yaitu PGAN 6 tahun Malang kelas I-VI, dengan kepala Sekolah bapak R.D. Soetario.
h.      Pada tahun 1961-1965 kepala sekolah dijabat bapak R. Soemarsono dan tahun 1966-1978 kepala sekolah bapak Drs. Imam Efendi, tahun 1979-1987 Kepala Sekolah bapak Sakat, tahun 1988-1990 kepala sekolah bapak Sanusi, tahun 1990-1991 kepala sekolah Drs.Masdjudin dan bapak kepala sekolah Drs. Untung Saleh menjabat sejak tanggal 16 Desember 1991 sampai dengan September 1993.
i.        Pada tanggal 1 Juli 1992 dengan keputusan menteri agama RI nomor 42 tahun 1992 PGAN Malang di alih fungsikan menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malang III dengan kepala Sekolah bapak Drs.Untung Shaleh.
j.        Dan pada tanggal 16 Juni 1993 dengan surat keputusan Dirjend pembinaan kelembagaan agama Islam no. E. /55/1993, MAN Malang diberi wewenang untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah program khusus.
k.      Pada tanggal 30 September 1993 kepala sekolah dijabat oleh bapak Drs. H. Khusnan A, sampai dengan tanggal 31 Mei 1998.
l.        Pada tanggal 20 Februari 1998 dengan surat keputusan Direktorat Jendral pembinaan kelembagaan agama Islam no. E. IV/pembinaan.00.6/KEP/17.A/1998 ditunjuk sebagai MAN model dengan kepala Sekolah Drs. H. Kusnan. A. Sehingga ada lima MAN model di Jawa Timur (MAN Malang 3, MAN Bojonegoro I, MAN Jember I, MAN 2 Madiun, MAN Bangkalan) dan jumlah MAN Model di Indonesia sekitar 35
m.    Pada tanggal 1 Juni 1998 kepala Sekolah MAN Malang 3 dijabat oleh bapak Drs. H. Munandar menjabat sampai dengan tanggal 20 September 2000.
n.      Pada tanggal 20 September 2000 kepala Sekolah MAN Malang 3 dijabat oleh bapak Drs. H. Abdul Djalil, M. Ag s/d 30 April 2005.
o.      Bapak Drs. Imam Sujarwo, M.Pd, menjabat mulai tanggal 2 Mei 2005 sampai sekarang.
4.      Struktur Kurikulum
MAN Malang 3 secara berkesinambungan terus berpacu dalam peningkatan kualitas pelayanan dan pelaksanaan pendidikan untuk mengantarkan peserta didik yang mempunyai kemampuan khusus (Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa) serta memiliki kemantapan akidah, kekhusyukan ibadah, keluasan iptek dan keluhuran akhlak, sehingga dapat berprestasi dalam rangka mengemban tugas sebagai pemimpin di muka bumi.
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut dan sejalan dengan pogram full day school, MAN MODEL Malang menyediakan kelas khusus Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional (MABI) berorientasi Timur Tengah dengan struktur kurikulum sebagai berikut:
2)      Kelas X
1.      Senin – Rabu KBM dimulai jam 06:30 – 15:00 (10 jpl)
2.      Kamis KBM dimulai jam 06:30 – 14:00 (9jpl)
(Durasi waktu satu jam KBM = 40 menit)
3.      Jumat KBM sesuai kurikulum dari jam ke satu sampai jam ke sembilan
4.      Sabtu KBM dimulai jam 06:30 – 11:35 (durasi waktu satu jam KBM = 35 menit)
Full day school berupa pengembangan potensi akademik dengan materi :
1.      BMQ (bimbingan membaca al Quran)
2.      Bahasa Arab
3.      Matematika
4.      Bahasa Inggris
3)      Kelas XI
1.      Senin – Rabu KBM dimulai jam 06:30 – 15:00 (10 jpl)
2.      Kamis – Jumat KBM dimulai jam 06:30 – 14:00 (9jpl)
3.      Sabtu KBM dimulai jam 06:30 – 11:35 (durasi waktu satu jam KBM = 35 menit).
Pengembangan potensi akademikMAN Malang 3 terdiri dari
1.      Jurusan IPA
a.       Matematika
b.      Kimia
c.       Fisika
d.      Biologi
e.       Bahasa Inggris
2.      Jurusan IPS
a.       Matematika (2 kali)
b.      Ekonomi/Akuntansi
c.       Geografi
d.      Bahasa Inggris
3.      Jurusan Bahasa
a.       Matematika
b.      Bahasa Inggris
c.       Bahasa Arab
d.      Bahasa Mandarin
e.       Bahasa Jepang
4.      Jurusan Agama (MAK)
a.       Matematika
b.      Bahasa Inggris
c.       Ilmu Tafsir
d.      Ilmu Hadits
e.       Bahasa Arab
4)      Kelas XII
a.       Senin – Rabu KBM dimulai jam 06:30 – 15:00 (10jpl)
b.      Kamis – Jumat KBM dimulai jam 06:30 – 14:00 (9jpl)
c.       Sabtu KBM dimulai jam 06:30 – 11:35 (durasi waktu satu jam KBM = 35 menit)
5.      Keadaan Siswa MAN Malang 3
1)      Berakhlaq karimah.
2)      Memiliki penampilan sebagai seorang muslim, yang ditandai dengankesederhanaan, kerapian, patuh, dan penuh percaya diri.
3)      Disiplin tinggi.
4)      Haus dan cinta ilmu pengetahuan.
5)      Memiliki keberanian, kebebasan dan keterbukaan.
6)      Kreatif, inovatif, dan pandangan jauh ke depan.
7)      Unggul dalam hal keilmuan.
6.      Keadaan Guru dan Pegawai MAN Malang 3
a.       Profil Guru MAN Malang 3
1)     Selalu menerapkan diri sebagai seorang muslim dimana saja ia berada.
2)     Memiliki wawasan keilmuan yang luas serta profesionalisme dan dedikasi tinggi.
3)     Kreatif, dinamis dan inovatif dalam pengembangan keilmuan.
4)     Bersikap dan berperilaku amanah, berakhlaq mulia, serta dapat menjadi contoh civitas akademik yang lain.
5)     Berdiri tinggi dan selalu mematuhi kode etik guru.
6)     Memiliki kemampuan penalaran dan ketajaman berfikir ilmiah yang tinggi.
7)     Memiliki kesadaran yang tinggi di dalam bekerja yang didasari oleh niat beribadah dan selalu berypaya meningkatkan kualitas pribadi.
8)     Berwawasan luas dan bijak dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.
9)     Memiliki kemampuan antisipatif masa depan dan bersikap proaktif.
b.      Profil Pegawai MAN Malang 3
1)     Selalu menampakkan diri sebagai seorang mukmin dan muslim dimanasaja ia. Berada.
2)     Bersikap dan berperilaku jujur, amanah, disiplin dan berakhlaq mulia.
3)     Memiliki profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugaskeadministrasian pada kualitas pelayanan.
4)     Selalu tersenyum dan ramah dalam pelayanan.
5)     Cermat, cepat, dan tepat serta ekonomis dalam pengambilan keputusandan pelaksanaan tugas.
6)     Sabar dan akomodatif.
7)     Selalu mendahukukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi dengan ikhlas.
8)     Berpakaian rapi serta sopan dalam ucapan dan perbuatan.
9)     Mengembangkan husnudhon dan menjauhi suudhon.
7.      Keadaan Sarana dan Prasarana MAN Malang 3
1)      Tiga auditorium, dengan kapasitas masing-masing 1000, 500 dan 100 orang, selain untuk pusat kegiatan siswa dan pelatihan-pelatihan, juga sering disewa oleh instansi lain atau pihak umum untuk kegiatan seminar, lokakarya, resepsi pernikahan, manasik haji,dll. Tentu saja hasil dari persewaan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan madrasah.
2)      Unit laboratorium bahasa yang Full computereized.
3)      Masing-masing satu unit Lab. Biologi, Lab. Fisika, Lab. Kimia, dan Lab.Komputer.
4)      Internet center, dengan kapasitas 40 unit komputer yang memungkinkansiswa mengakses nilai ulangan harian, tugas-tugas dan nilai rapor bulanan serta sumber-sumber belajar secara online.
5)      Ruang kesehatan dengan dokter jaga yang selalu stand by memberikan layanan kesehatan bagi siswa, guru dan karyawan madrasah.
6)      Ruang perpustakaan yang telah dilengkapi dengan audio visual room yang telah dimanfaatkan untuk proses pembelajaran secara terjadwal.
7)      Televisi dan VCD player di semua kelas sehingga memungkinkan dilaksanakannya pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran dalam bentuk VCD. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi pola-pola pembelajaran yang semakin individualizad (mandiri) sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar siswa.
8)      Taman-taman belajar yang dirancang seindah mungkin sehingga siswa merasa nyaman untuk belajar terutama untuk kelas-kelas siang yang kebanyakan dilaksanakan outdoor untuk menghilangkan kejenuhan.
9)      Asrama siswa yang bisa menampung sekitar 150 siswa. Asrama ini terutama ditujukan bagi siswa yang berprestasi untuk diberikan
10)  pengayaan-pengayaan secara intensif.
11)  Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) yang dilengkapi dengan penginapan dengan kapasitas 120 orang. Bekerjasama dengan Departemen Agama dan beberapa PT.
12)  Sarana penunjang lainnya, yang semuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MAN Malang 3 seperti sanggar seni, lapangan olah raga, green house, cafetaria, dll.
13)  Masjid Al-Falah.
8.      KomiteMadrasah
Komite madrasah dibentuk melalui paguyuban wali murid dan dipilih berdasarkan hasil musyawarah, sehingga berbagai persoalan yang timbul antara guru dan siswa komite madrasah menjadi fasilitator penyelesaian masalah. Sejak tahun 2008 sampai sekarang komite di ketuai oleh Drs. Abdillah Hanafi, M.Pd.
B.     Data Khusus
1.    Pelaksanaan Filsafat Pendidikan Islam
MAN Malang 3 sebagai lembaga pendidikan umum setingkat sekolah menengah atas yang memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan dan pemahaman agama islam. Penyelenggaraan pendidikan di MAN Malang 3 adalah untuk mengisi kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia dengan mengemban amanah sebagai sekolah umum yang berciri khas Islam, sebagai madrasah model, dan sebagai madrasah yang mengembangkan kemampuan akademik, non akademik dan akhlak karimah.
Dalam menjalankan fungsinya, MAN Malang 3 berdasarkan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara serta berpedoman pada al Qur’an dan al Hadits.
Untuk mewujudkan hal tersebut, MAN Malang 3 menentukan strategi sebagai berikut:
1)      Pengembangan program dan proses pembelajaran akademik, non akademik dan akhlak karimah yang berdasarkan teori dan hasil-hasil penelitian.
2)      Penanaman nilai-nilai akidah, syariah dan akhlak dalam kegiatan akademik dan non akademik
3)      Pengembangan proses pembelajaran yang tidak sekedar mentransfer pengetahuan dan keterampilan tetapi juga memotivasi dan mengembangkan kualitas kepribadian siswa
4)      Pengembangan paradigma pendidikan yang lebih berorientasi pada pembelajaran (learning oriented)
5)      Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis pada minat dan bakat siswa, termasuk pengembangan klub bidang studi, keagamaan serta klub-klub kajian dan aktifitas lain.
6)      Pengembangan proses pembelajaran melalui peningkatan jaringan kerja (networking) dan pemanfaatan SDM eksternal (outsourcing)
7)      Peningkatan penerapan strategi pembelajaran PAIKEM (Praktis, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).
2.Implementasi Manajemen Pendidikan
b.      Madrasah sudah memiliki KTSP
c.       Untuk kepentingan bahan ajar disamping menggunakan LKS dan buku paket yang tersedia di perpustakaan juga banyak guru yang sudah memanfaatkan edukasi-net dari JARDIKNAS melalui ICT
d.      Rapat koordinasi guru dan karyawan mingguan, bulanan maupun tahunan sudah berjalan dengan baik
e.       Kepala madrasah memiliki wakil kepala, dan masing-masing wakil kepala menjabat sebagai kepala bidang kurikulum, kepala bidang kesiswaan, kepala bidang humas, kepala bidang keagamaan, kepala bidang sarpras, kepala bidang administrasi, kepala bidang litbang dan kepala bidang keuangan.
3.Aplikasi Administrasi Pendidikan
Bidang administrasi menitikberatkan pada pengembangan lembaga dan tata kelola sistem penjaminan mutu dengan meningkatkan kompetensi kesekretariatan, kepegawaian dan administrasi pengelolaan keuangan madrasah. Bentuk kegiatan bidang administrasi di MAN Malang 3 sebagai berikut:
b.      Pengelolaan kepegawaian, meliputi administrasi guru dan karyawan baik PNS maupun honorer.
c.       Pengelolaan administrasi siswa yang meliputi input data, proses data dan output data.
d.      Pengelolaan keuangan yang meliputi:
2.      Pengelolaan gaji, honorarium
3.      Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran
4.      Penyelenggaraan operasional pendidikan/perkuliahan/praktik
5.      Rehabilitasi madrasah.
4.    Media dan alat pendidikan bidang studi PAI: Akidah Akhlak, Al Qur’an Hadits, Fikih dan SKI
Segala kegiatan praktik kesiswaan yang berhubungan dengan materi keagamaan secara umum pelaksanaannya dipusatkan di masjid sekolah. Sedangkan materi pelajaran yang bersifat khusus pelaksanaannya menggunakan fasilitas yang disediakan oleh madrasah.










BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Faktor Pendukung
1.      Letak geografis sangat strategis
MIN Malang 1 dan MAN Malang 3 yang terletak di Kelurahan Penanggungan Kecamatan Malang Kodya Malang mempunyai keunggulan secara geografis dikarenakan letaknya yang setrategis yakni berada di jantung kota Malang dan dikelilingi banyak perguruan tinggi membuat MIN Malang 1 dan MAN Malang 3  mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MIN Malang 1 dan MAN Malang 3.
2.      Partisipasi wali murid
Adanya paguyuban wali murid yang kemudian diberdayakan untuk memilih komite madrasah, praktis wali murid terotivasi untuk merasa memiliki dan bertanggung jawab akan kemajuan MIN Malang 1 dan MAN Malang 3.
3.      Sarana prasarana
MIN Malang 1 dan MAN Malang 3 adalah lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, dengan demikian dana yang mengalir untuk membenahi sarana prasarana dari Kemenag pun tidak sedikit ditambah usaha para komite madrasah untuk mencari sumber dana pembangunan demi terwujudnya sarana prasarana yang membuat nyaman para peserta didik. Dengan adanya gedung yang indah, fasilitas belajar mengajar yanng lengkap menjadikan MIN Malang 1 dan MAN Malang 3 mampu bersaing untuk meraih kualitas dan kuantitas peserta didik.
4.      Dedikasi guru dan karyawan
Kuantitas peserta didik dan SPP yang tinggi (berkisar Rp 250.000 sampai dengan Rp 350.000) ditambah dengan donatur dan hasil dari usaha mandiri menjadikan MIN Malang 1 dan MAN Malang 3 mampu menggaji para guru dan karyawan dengan lebih dari layak. Sehingga mereka termotivasi untuk memberikan pengabdian sepenuhnya madrasah.
Tidak ada guru dan karyawan yang berpoligami dalam pekerjaannya karena mereka telah digaji besar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga konsentrasi pengabdian seluruhnya diberikan kepada MIN Malang 1 dan MAN Malang 3
5.      Disiplin
Disiplin adalah faktor utama dalam menunjang keberhasilan dan kemajuan lembaga pendidikan. MIN Malang 1 dan MAN Malang 3 kepala madrasah, guru dan karyawan dan seluruh peserta didik sangat disiplin dalam menjalankan peraturan. Dengan disiplinnya proses belajar mengajar tersebut maka lahirlah para peserta didik yang berprestasi baik di tingkat Nasional maupun internasional.

B.     Faktor Penghambat
Dari pemaparan kepala madrasah dan waka kurikulum kita tahu bahwa dengan penerapan sistem keterbukaan dan disiplin yang tinggi  maka dalam perjalanannya MIN Malang 1 dan MAN Malang 3  hampir tidak memenuhi hambatan. Namun satu hambatan yang disampaikan oleh waka kurikulum adalah malas, yaitu malas yang timbul dari watak dan kejenuhan para guru dan karyawan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

C.    Solusi
Untuk mangatasi hambatan yang timbul dari dalam diri guru dan karyawan MAN Malang 3 yang diakibatkan kejenuhan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari sebagaimana diutarakan dalam poin B, maka kepala madrasah mengadakan pertemuan setiap dua minggu sekali yang fungsinya adalah untuk sharing dan pencerahan agar semangat berdedikasi selalu tumbuh dan berkembang.
BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Uraian MIN Malang 1 dan MAN Malang 3 menggambarkan keunggulan yang membedakan dengan sekolah lainnya. Hal tersebut tersirat dalam hal-hal sebagai berikut:
1.      Kepala Sekolah cakap dalam mengomunikasikan visi, misi, nilai dan filosofi madrasah kepada pemerintah, masyarakat dan mitranya
2.      Guru dan karyawan memiliki semangat terus maju dan senantiasa memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga inovasi-inovasi senantiasa terus dilakukan sepanjang waktu
3.      Penyediaan dan pengelolaan fasilitas yang baik menjadi sarana penunjang belajar efektif bagi murid
4.      Organisasi wali murid dan komite madrasah yang dikelola dengan sehat, profesional menjadi salah satu faktor determinan bagi terselenggaranya program-program madrasah secara efektif.
5.      Keberhasilan madrasah didukung beberapa faktor:
5.      Kedisiplinan semua pihak
6.      Tanggung jawab semua pihak
7.      Prestasi guru dan murid
8.      Lingkungan yang mendukung.
B.     Rekomendasi/saran
Mahasiswa hendaknya mampu menerapkan nilai-nilai yang ada di MAN Malang 3 dan MIN Malang 1 semaksimal mungkin di madrasah yang dikelola saat ini. maka berdasar hal tersebut, penulis merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:
1.      Pemberdayan fasilitas madrasah atau kampus semisal masjid sebagai sarana pendidikan Islam bagi siswa atau mahasiswa harus lebih ditingkatkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap agama sebagai pembentukan karakter yang agamis
2.      Kegiatan-kegiatan keagamaan perlu direalisasikan di madrasah atau kampus, semisal pembacaan al Qur’an secara bergantian sesama guru maupun murid dan mahasiswa
3.      Turut sertanya wali murid dan relasi dalam pengelolaan madrasah, walaupun itu sifatnya dukungan eksternal, akan memotivasi guru dan karyawan untuk lebih maju dalam mengelola madrasah.


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost